PSDA


1. Konsep ”one river one basin and one integrated management” dalam pengelolaan DAS merupakan konsep yang sangat baik.
a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsep tersebut?
b. Mengapa dalam pengelolaan DAS harus dilakukan secara terintegrasi, jelaskan
c. Siapa atau institusi apa yang harus diintegrasikan, serta dari sisi fungsi apa saja yang harus diintegrasikan dalam pengelolaan DAS tersebut.
2. Proyek sejuta hektar lahan gambut pada masa orde baru memberikan gambaran pada kita bahwa persoalan SDA dan lingkungan adalah sangat kompleks. Dengan dilaksanakannya mega proyek tersebut muncul berbagai ketidakpastian, konflik, dan perubahan.
a. Sehubungan dengan kasus tersebut, jelaskan apa dan tunjukkan dimana letak ketidakpastian, kompleksitas, konflik dan perubahan yang terjadi
b. Mengapa mega proyek tersebut tetap jalan padahal berbagai kritik dari para ahli lingkungan telah dilontarkan?
c. Bagaimana nasib dari proyek itu sekarang?
d. Menurut pendapat saudara, prosedur apa yang mestinya ditempuh baik oleh fihak pemrakarsa proyek, masyarakat di lokasi maupun pemerintah dalam kaitannya dengan usaha untuk mewujudkan suatu proyek yang besar semacam itu?
3. Salah satu sumber daya alam di Indonesia yang tergolong sangat kaya di tingkat dunia adalah sumber daya alam hayati.
a. Mengapa kekayaan SDA hayati yang begitu berlimpah (No 2 di dunia) tidak/belum dapat memberikan implikasi yang signifikan terhadap kemakmuran di negara ini
b. Menurut pendapat saudara, dimana letak kesalahan pengelolan SDA di Indonesia tsb, jelaskan dan bagaimana alternatif pengelolaannya.
c. Penyebab kelangkaan sumber daya alam hayati antara lain disebabkan oleh: Introduced species, hilangnya habitat, pencemaran, pertanian, kehutanan monokultur, over eksploitasi. Jelaskan masing-masing, dan menurut pendapat saudara mana yang dampaknya paling besar terhadap kelangkaan ini, jelaskan mengapa.
4. Konflik adalah suatu ciri yang selalu terjadi dalam pengelolaan lingkungan serta dalam pengelolaan dan penggunaan tanah, air dan sumber alam.
A. Menurut saudara, bagaiman konflik itu dapat dikelola sehingga menimbulkan efek yang positif dari semua fihak.
B. Pendekatan apa yang menurut saudara paling sesuai digunakan dalam penyelesaian konflik yang timbul akibat pengelolaan lingkungan serta dalam pengelolaan dan penggunaan tanah, air dan sumber alam.
5. Pewarisan pengetahuan asli (indigenous knowledge) berlangsung dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi menggunakan kata-kata dalam upacara, ritual, adat istiadat yang bertumpu pada bidang kehidupan praktis, seperti pertanian, penyediaan bahan pangan, menjaga kesehatan, konservasi, pendidikan, memanfaatkan sumber daya alam dll. Menurut pendapat saudara, bagaimana pengelolaan yang mesti dilakukan pemerintah agar indigenous knowledge yang tersebar dan dimiliki oleh setiap kelompok adat/ etnis/ suku dsb dapat bermanfaat secara nasional dan membawa kemajuan bangsa ini?6. Pengelolaan sumber daya air
a. Dalam pengelololaan sumberdaya air, terdapat berbagai masalah. Sebutkan dan jelaskan masing-masing masalah pokok dalam Pengelolaan Sumberdaya Air di Indonesia.
b. Di Indonesia, akhir-akhir ini banyak gejala yang menunjukkan terjadinya gangguan kelestarian sumber daya air. Menurut saudara, faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya gangguan kelestarian sumber daya air ini, dan jelaskan masing-masing.
c. Menurut pendapat saudara, perlukah liberalisasi/ privatisasi sektor air dilakukan di Indonesia, jelaskan mengapa.

Jawab:

1. a. Secara umum Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai suatu hamparan wilayah/kawasan yang dibatasi oleh pembatas topografi (punggung bukit) yang menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen dan unsur hara serta mengalirkannya melalui anak-anak sungai dan keluar pada sungai utama ke laut atau danau. Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan satu kesatuan ekosistem yang unsur utamanya terdiri dari sumberdaya alam vegetasi, tanah dan air serta sumberdaya manusia sebagai pelaku pemanfaat sumberdaya alam. Pemanfaatan sumberdaya alam mencerminkan pola perilaku, keadaan sosial ekonomi dan tingkat pengelolaan yang sangat erat kaitannya dengan kelembagaan (tatanan institusional). Yang dimaksud dengan konsep: ”one river one basin and one integrated management” dalam pengelolaan DAS adalah suatu konsep pengelolaan DAS yang dilakukan secara menyeluruh, terpadu, seimbang, berkelanjutan, serta berwawasan lingkungan. Prinsip ”one river one basin and one integrated management” dilaksanakan melalui:
1) sistem perijinan penggunaan air.
2) alokasi air yang tepat dan adil untuk pemanfaatan air yang efisien.
3) pengelolaan terpadu atas sumber daya air dan sumber daya alam lainnya.
4) penerapan prinsip-prinsip ekonomi dalam pengelolaan.
5) peningkatan peran serta swasta (kemitraan).
6) peningkatan koordinasi antar pemanfaat air untuk menghindari konflik.
Adapun Ciri-ciri Konsep Perencanaan Pengelolaan DAS Terpadu, adalah sebagai berikut:
1) Kondisi DAS :
Hutan masih dominan
Satwa masih baik
Lahan pertanian masih kecil
Belum ada pencatat hidrometri
HPH disiap untuk beroperasi
2) Adanya Keterpaduan Sumberdaya:
Sumberdaya Manusia
Sumberdaya Hutan
Sumberdaya Tanah
Sumberdaya Air
3) Adanya Keterpaduan Instansi:
Kehutanan
Pertanian
Pekerjaan Umum
BMG
Sedangkan langkah-langkah dalam pengelolaan DAS terintegrasi adalah:
Identifikasi Masalah
Menentukan Sasaran dan Tujuan
Alternatif kegiatan dan implementasi program
Evaluasi Dampak Kegiatan Pengelolaan
Prioritas Program Pengelolaan DAS
b. Pengelolaan DAS harus dilakukan secara terintegrasi karena supaya unsur-unsur atau aspek-aspek yang menyangkut kinerja DAS dapat dikelola dengan optimal sehingga terjadi sinergi positif yang akan meningkatkan kinerja DAS dalam menghasilkan output, sementara itu karakteristik yang saling bertentangan yang dapat melemahkan kinerja DAS dapat ditekan sehingga tidak merugikan kinerja DAS secara keseluruhan.
c. Institusi yang harus diintegrasikan dan sisi fungsi yang harus diintegrasikan dari institusi-institusi tersebut dalam pengelolaan DAS adalah sebagai berikut:
Institusi Kehutanan, sisi fungsi: konservasi dan perlindungan hutan.
Institusi Pertanian, sisi fungsi: pengelolaan dan peningkatan produksi pertanian.
Institusi Pekerjaan Umum, sisi fungsi: pengelolaan sarana umum.
Institusi BMG, sisi fungsi: pengelolaan informasi iklim dan cuaca untuk optimalisasi pengelolaan DAS.
2. Proyek sejuta hektar lahan gambut pada masa orde baru memberikan gambaran pada kita bahwa persoalan SDA dan lingkungan adalah sangat kompleks. Dengan dilaksanakannya mega proyek tersebut muncul berbagai ketidakpastian, konflik, dan perubahan.
a. Penjelasan tentang apa dan di mana letak ketidakpastian, kompleksitas, konflik, dan perubahan yang terjadi tentang mega proyek sejuta hektar lahan gambut:
Ketidakpastian: lingkungan dipenuhi ketidakpastian.
Kompleksitas: dampak kegiatan manusia terhadap lingkungan sangat kompleks, dan tidak selalu dpt dipahami secara utuh, tidak semua perubahan lingkungan dapat diprediksi.
Konflik: perbedaan dan pertentangan kepentingan sering muncul dalam pengalokasian sumberdaya dan pengambilan keputusan.
Perubahan: perubahan lingkungan, sistem sosial, ekonomi dan politik selalu terjadi.
b. Mega proyek tersebut tetap berjalan padahal berbagai kritik dari para ahli lingkungan telah dilontarkan karena adanya tindakan represif dari pemrakarsa proyek walaupun sebenarnya secara teknis, lingkungan, ekonomi, dan sosial proyek tersebut tidak layak untuk direalisasikan.
c. Nasib dari proyek itu sekarang adalah dihentikan karena adanya kontroversi dan perdebatan, yang disebabkan oleh:
Perencanaan dan pelaksanaan tidak transparan, tanpa kajian mendalam, menyalahi peraturan dan perundangan.
Teknis drainase tidak mempertahankan kondisi lahan gambut.
Tidak dikaji keragaman flora dan fauna yang ada.
Analisis biaya dan manfaat proyek tidak jelas.
Mempunyai implikasi sosial yang luas.
d. Menurut pendapat saya, prosedur yang mestinya ditempuh baik oleh pihak pemrakarsa proyek, masyarakat di lokasi, maupun pemerintah dalam kaitannya dengan usaha untuk mewujudkan proyek besar semacam “mega proyek sejuta hektar lahan gambut” adalah:
► Adanya Pengelolaan sumberdaya alam yang meliputi aktivitas:
– penelitian,
– inventarisasi,
– monitoring dan
– evaluasi terhadap potensi flora, fauna dan ekosistemnya (termasuk komponen abiotiknya).
► Adanya Pengelolaan Lingkungan Hidup yang merupakan upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi: penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup.
► Pengintegrasian konsep lingkungan dalam pembangunan telah digariskan oleh pemerintah, misalnya disyaratkannya studi AMDAL dalam suatu pembangunan sehingga dampak negatif serta pemborosan SDA dapat dihindari.
► Diterapkannya sistem manajemen lingkungan di Indonesia.
3. Salah satu sumber daya alam di Indonesia yang tergolong sangat kaya di tingkat dunia adalah sumber daya alam hayati.
a. Kekayaan SDA hayati yang begitu berlimpah (nomor dua di dunia) tidak/belum dapat memberikan implikasi yang signifikan terhadap kemakmuran di negara ini karena belum adanya upaya terpadu dalam: pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan SDA hayati.
b. Menurut pendapat saya, letak kesalahan pengelolaan SDA hayati di Indonesia adalah karena belum diterapkannya paradigma pengelolaan melalui interaksi yang berkesetimbangan.
Alternative pengelolaan SDA hayati di Indonesia adalah melalui suatu sistem yang terpadu dan berkelanjutan antar berbagai aspek.
c. Penyebab kelangkaan SDA hayati antara lain disebabkan oleh: Introduced species, hilangnya habitat, pencemaran, pertanian, kehutanan monokultur, dan over eksploitasi.
Penjelasan tentang faktor penyebab kelangkaan SDA hayati:
Introduced species: kehadiran spesies pendatang yang memusnahkan spesies lokal.
Hilangnya habitat: hilangnya tempat hidup suatu organisme.
Pencemaran: adanya keberadaan benda asing atau suatu kondisi adanya sesuatu (misal logam berat) yang telah melewati ambang batas yang diijinkan.
Pertanian: kegiatan memanfaatkan lahan untuk menghasilkan produk-produk pangan, misal padi.
Kehutanan monokultur: pemanfaatan lahan hutan untuk satu jenis tanaman saja.
Over eksploitasi: pemanfaatan SDA yang melebihi batas sehingga merusak keseimbangan ekosistem SDA tersebut.
Menurut pendapat saya, faktor penyebab kelangkaan SDA hayati yang dampaknya paling besar terhadap kelangkaan SDA hayati adalah pencemaran.
Penjelasan:
Pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup (organisme), zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan, dan/atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
Adanya pencemaran pada akhirnya menyebabkan kelangkaan SDA hayati.
4. Konflik adalah suatu ciri yang selalu terjadi dalam pengelolaan lingkungan serta dalam pengelolaan dan penggunaan tanah, air, dan sumber daya alam.
a. Menurut saya, cara mengelola konflik sehingga menimbulkan efek yang positif bagi semua pihak adalah dengan cara “APK” yang bertujuan memfasilitasi proses pembuatan keputusan oleh kelompok yang bersengketa untuk menghindari penyelesaian masalah melalui jalur hukum.
Adapun karakteristik Alternatif Penyelesaian Masalah adalah:
lebih menekankan pada kesamaan kepentingan kelompok yang saling bersengketa
berfikir kreatif untuk mencari upaya penyelesaian
mencari jalan tengah untuk menemukan tujuan bersama
menuntut kesepakatan banyak pihak untuk suatu keputusan
diperlukan mediator yang tidak memihak
b. Menurut saya, pendekatan yang paling sesuai digunakan dalam penyelesaian konflik yang timbul akibat pengelolaan lingkungan serta dalam pengelolaan dan penggunaan tanah, air, dan sumber alam adalah “Alternative Penyelesaian Masalah” yang memiliki ciri utama (ciri ideal) sebagai berikut:
menekankan kepentingan dan kebutuhan, bukan posisi dan fakta,
lebih bersifat persuasif daripada pertentangan
komitmen pada kesepakatan bersama
komunikasi konstruktif untuk mengembangkan pemahaman bersama
tercapainya penyelesaian berjangka panjang karena masing-masing punya komitmen bersama
penggunaan dan tukar menukar informasi yang konstruktif
fleksibilitas tinggi
5. Pewarisan pengetahuan asli (indigenous knowledge) berlangsung dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi menggunakan kata-kata dalam upacara, ritual, adat-istiadat yang bertumpu pada bidang kehidupan praktis, seperti pertanian, penyediaan bahan pangan, menjaga kesehatan, konservasi, pendidikan, memanfaatkan sumber daya alam dan lain-lain. Menurut pendapat saya, pengelolaan yang mesti dilakukan pemerintah agar indigenous knowledge yang tersebar dan dimiliki oleh setiap kelompok adat/ etnis/ suku dan sebagainya dapat bermanfaat secara nasional dan membawa kemajuan bangsa ini adalah dengan cara:
Menerapkan nilai-nilai yang mendasari konsepsi pembangunan berkelanjutan:
1) Nilai konservasi dalam pemanfaatan komponen biofisik.
2) Perdamaian dan keadilan dalam hidup bermasyarakat.
3) Memperoleh kesempatan dan peluang pekerjaan.
4) Nilai demokrasi dalam mengambil keputusan dan kebijakan.
Melacak Pengetahuan asli di Indonesia melalui kajian pustaka, ataupun penelitian, survey, dokumentasi naskah-naskah, lontar yang tersebar di berbagai pulau dan balai arsip.
Mengintegrasikan pemahaman pengetahuan tersebut ke dalam pendidikan formal melalui:
a) muatan lokal secara terpisah menurut karakter wilayah, daerah atau pulau.
b) muatan lokal yang terintegrasi, sesuai karakter wilayah. Kajian ini dapat dikembangkan ke dalam semua bidang secara terintegrasi.
6. Pengelolaan sumber daya air.
a. Dalam pengelolaan sumber daya air, terdapat berbagai masalah. Macam-macam masalah pokok dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia adalah sebagai berikut:
Fluktuasi debit pada musim kemarau dan musim hujan
Kerusakan lahan di daerah tangkapan air
Erosi dan sedimentasi
Kecenderungan penggunaan air yang belum efisien
Bertambahnya limbah yang masuk sungai
Berkurangnya kemampuan pemulihan kembali sungai
b. Di Indonesia, akhir-akhir ini banyak gejala yang menunjukkan terjadinya gangguan kelestarian sumber daya air. Penjelasan tentang gejala dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya gangguan kelestarian sumber daya air di Indonesia adalah sebagai berikut:
70% permukaan bumi tertutup air, sebagian besar air asin, hanya sekitar 2,5% berupa air tawar, hanya sekitar 1% air tawar yg dapat dikonsumsi.
Di Indonesia, memiliki 6% persediaan air dunia, masalah:
• kesulitan mendapatkan air layak pakai meningkat dari tahun ke tahun
• Konsumsi air meningkat terus, tapi ketersediaan air bersih melambat karena kerusakan alam dan pencemaran
• Sungai-sungai di Jawa kondisinya sangat memprihatinkan karena tercemar limbah (industri dan domestik).
• Kondisi air tanah/ sumur tidak layak pakai karena sebagian besar tercemar bakteri coli, fenol, amonia, merkuri, organochloride dan arganophosphor, deterjen, limbah industri.
Konsumsi air tanah/ sumur tidak layak pakai menimbulkan penyakit, antara lain: muntaber dan diare.
• Terjadinya banjir karena air hujan tidak terserap tanah, hanya sebagai run off.
• Kurangnya peresapan air hujan karena “catchment area” alamiah berkurang sebagai akibat dari aktifitas manusia (hutan, rawa dan danau)
• penurunan kualitas dan kuantitas air tawar
c. Menurut pendapat saya, liberalisasi/privatisasi sektor air di Indonesia tidak perlu dilakukan. Hal ini karena liberalisasi/privatisasi berarti “ everything is for sale”, termasuk air. Selain itu, liberalisasi/privatisasi sektor air akan menyebabkan:
1) Terjadinya ketidak adilan sosial
2) Hilangnya ketahanan dan kedaulatan pangan
3) Kerusakan lingkungan
4) Pemutusan hubungan kerja
oo000OOO000oo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: