Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan


1. Jelaskan bagaimana manusia bisa mengusahakan agar kualitas air dan kuantitas air bisa terjaga di tinjau dari segi lingkungan?
2. Bioteknologi bidang pertanian dipercayai dapat ikut mengatasi terjadinya kelaparan dunia? Jelaskan dampak positif dan negatif di tinjau dari Lingkungan Hidup?
3. Bagaimana menurut saudara tentang kehadiran GMAC?
JAWAB
1. Salah satu cara yang harus diperhatikan dalam pengelolaan air agar kualitas air dan kuantitasnya bisa terjaga adalah pengelolaan yang berdasarkan pada ‘watershed’ (Daerah Aliran Sungai/DAS). Daerah aliran sungai adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Dengan pengelolaan air berdasarkan DAS maka diharapkan akan tercipta kesinambungan sumber daya air karena air tidak bisa dilihat satu bagian wilayah saja. Pengelolaan air pada suatu daerah tidak bisa begitu saja hanya memperhatikan variabel–variabel hidrologis pada wilayah itu saja. Bahkan, pengelolaan Waduk Saguling untuk keperluan PLTA, misalnya, tidak bisa hanya memperhatikan variabel–variabel disekitar waduk. Seluruh masalah pengelolaan sumber daya air harus memperhitungkan keseluruhan DAS karena bagaimanapun juga bahkan sebuah titik di ujung terluar DAS pun memiliki pengaruh terhadap keberadaan dan kualitas air di sungai utama. Jadi Pengelolaan sumber daya air yang bersifat parsial harus ditinggalkan. Selain itu, untuk mengelola sumber daya air berbasis DAS ini, kita harus mengacu pada aspek–aspek yang ada dalam DAS tersebut. “Bukan hanya dibatasi pada aspek fisika saja. Tapi juga sosial–budaya, kualitas air, aktivitas industri, politik, ekonomi, demografi (kependudukan). Sehinga kualitas dan kuantitas air terjaga di lingkungan.

2. (a) Dampak positif Bioteknologi bidang pertanian di tinjau dari Lingkungan Hidup:
Keuntungan potensial bioteknologi pertanian antara lain: potensi hasil panen yang lebih tinggi, mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida, toleran terhadap cekaman lingkungan, pemanfaatan lahan marjinal, identifikasi dan eliminasi penyakit di dalam makanan ternak, kualitas makanan dan gizi yang lebih baik, dan perbaikan defisiensi mikronutrien. Ada banyak bukti bahwa tanaman hasil bioteknologi memiliki produktivitas yang tinggi dan menguntungkan bagi petani, diantaranya dengan mengurangi biaya produksi, energi dan bahan kimia. Produk rekayasa genetika memiliki beberapa keuntungan diantaranya: Meningkatkan tingkat nutrisi bahan pangan. Gen tertentu dapat ditambahkan dalam susunan gen padi sehingga padi tersebut setelah dipanen dapat memproduksi beta-carotene yang dapat diubah oleh metabolisme tubuh manusia menjadi vitamin A. Padi yang dihasilkan dengan teknologi rekayasa genetika yang bernama ‘golden rice’ ini berpotensi untuk mengurangi kekurangn vitamin A sebagai penyebab utama kebutaan dan faktor yang cukup signifikan terhadap kematian anak-anak di dunia, Toleran terhadap cekaman lingkungan. Selain itu juga dampak positifnya dengan jagung transgenik selain akan mempercepat swa-sembada jagung, manfaat lain adalah jagung yang dihasilkan mempunyai kualitas yang hebat, kebal terhadap serangan hama sehingga petani tidak perlu menyemprot pestisida. Di bidang Pangan dengan menggunakan Teknologi Rekayasa Genetika, kultur jaringan dan rekombinan DNA, dapat menghasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat Gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. Penerapan Bioteknologi di masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian Lingkungan Hidup dari Polusi, Sebagai contoh, pada penguraian Minyak Bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru. Dampak Bioteknologi pada Perbaikan Lingkungan (a). Memelihara cacing tanha untuk mengurangi pencemaran oleh sampah organik dan untuk pakan ternak (b). Memanfaatkan mikroorganisme untuk pengolahan limbah sebelum limbah dibuang ke lingkungan.(c). Pembuatan biogas untuk mengurangi pencemaran oleh kotoran ternak.
(b). Dampak negatif Bioteknologi bidang pertanian di tinjau dari Lingkungan Hidup:
Kontroversi penggunaan tanaman jagung yang telah direkayasa secara genetik untuk pakan unggas. Kekhawatiran yang muncul adalah produk akhir unggas Indonesia akan mengandung genetically modified organism ( GMO ). Masalah lain yang menjadi kekhawatiran berbagai pihak adalah potensinya dalam mengganggu keseimbangan lingkungan antara lain serbuk sari jagung dialam bebas dapat mengawini gulma-gulma liar, sehingga menghasilkan gulma unggul yang sulit dibasmi. Dll. Dampak Bioteknologi pada Perusakan Lingkungan. Dampak organisme transgenik hasil rekayasa genetika terhadap lingkungan antara lain sebagai berikut : (a). Pencemaran biologis, yaitu terlepasnya organisme transgenik di alam bebas tanpa pengawasan sehingga menghasilkan varietas baru yang dapat mengganggu keseimbangan biologis yang ada di alam. (b). Mengganggu ekosistem, seperti menurunkan jumlah populasi yang ada di alam dan perubahan dalam siklus alam. (c). Penurunan terhadap keragaman genetic. (d). Kemungkinan tmbulnya biotipe baru serangga hama baru. (e). Menimbulkan penyakit baik pada manusia, hewan, maupun tumbuhan.

3. Kehadiran GMAC (Genetic Manipulation Advicory Committee) atau Sebuah Komisi Penasehat Tingkat Nasional Bagi Orang-orang yang bekerja di penelitian Rekayasa Genetika (Rekombinan DNA) adalah suatu trobosan solusi yang sangat bermanfaat sekali dalam Rekayasa Genetika (RDNA). Karena GMAC akan berfungsi (1) memberikan ijin/ rekomendasi (boleh/tidaknya) kegiatan RDNA dapat berlangsung/ tidak, (2) mengevalusai tentang kemungkinan dampak yang timbul, (3) melaporkan ke institusi tertentu (Ristek/ Deptan, Depkes dll. Se;ain itu juga GMAC memberi keuntungan yang cukup luar biasa sekali yaitu : (1) meniadakan duplikasi penelitian tentang aplikasi biologi dari departeme-departemen/ institusi-institusi di Indonesia, (2) memungkinkan kita (Indonesia tidak hanya sebagai obyek lahan (labor: beberapa konstruksi rekombinan DNA dai luar negri dikirim ke Indonesia untuk dimasukka ke tanaman di Indonesia) peneliti asing ( seperti halnya kasus kapas transgenik di Slawesi Selatan, (3) semua penelitian DNA rekombinan telah dapat dipastikan berjalan seperti ditetapkan dan mengikuti aturan standart Internasional. Sehingga kehadiran GMAC adalah sebagai payung aturan yang harus ditaati bagi peneliti yang bergera di Rekayasa Genetika / Rekombinan DNA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: