TANTANGAN SARJANA PENDIDIKAN DI ERA PROFESIONALISME GURU


Kualitas pendidikan ditentukan oleh berbagai faktor, salah satu di antaranya adalah guru. Meskipun faktor-faktor lain ikut memepunyai andil dalam merosotnya mutu pendidikan, namun guru merupakan salah satu faktor penentu karena gurulah yang secara terprogram berinteraksi dengan peserta didik dalam proses pmbelajaran.

Berbicar tentang guru, tentu tidak telepas dari citra dan penghargaan kepada guru, pendidikan profesi guru dan kualitas guru yang banyak disorot oleh barbagi pihak, meskipun masih banyak guru yang mendedikasikan dirinya dalam bidang pendidikan karena memang benar-benar menyadari pentingnya pendidikan dan pentingnya peran guru dalam membina generasi penerus yang akan menentukan nasib bangsa dimasa yang akan datang.

Fakta tentang kualitas guru negeri kita menunjukkan bahwa sedikitnya 50 persen gruru di Indonesia tidak memilki kualitas sesuai Standardisasi Pendidikan Nasional (SPN). Berdasakan  catatan Human Development Index (HDI), fakta ini menunjukkan bahwa mutu guru di Indonesia masih jauh dari memadai untuk melakukan perubahan yang sifatnya mendasar pad pelaksanaan kurikulum berbasis Kompetensi KBK). Dari data statistik HDI terdapat 60% guru SD, 40%, SLTP, 43% SMA, 34% SMK dianggap belum layak mengajar di jenjang masing-masing. Selain itu, 17,2% guru atau setara dengan 69. 477 guru mengajar bukan bidang studinya. Dengan demikian, kualitas SDM kita adalah turun 109 dari 179 negara di dunia. Untuk itu, perlu dibangun landasan kuat untuk meningkatkan kualitas guru dengan standardisasi rata-rata bukan standarsdisasi minimal (Thoharudin 2006:1)

Guru sebagai Profesi

Djojonegoro (1998:350) menyatakan bahwa profesionlme dalam suatu pekerjaan atau jabatan ditentukan oleh tiga faktor penting, yaitu : (1) memiliki keahlian khusus yang dipeersiapkan oleh program pendidikan keahlian atau spesialisasi, (2) kemapuan untuk memperbaiki kemampuan (ketrampilan dan keahlian khusus) yang dimiliki, (3) penghasilan yang memadai sebagi imbalan terhadap keahlian yang dimiliki itu. Menurut Vollmer & Mills (1991:4) mengatakan bahwa profesi afdalah sebuah pekerjaan/ jabatan yang memerlukan kemampuan intelektual khusus, yang diperoleh melalui kegiatan belajar dan pelatihan untuk menguasai ketrampilan atau kahlian dalam melayanai atau membrikan advis pada orang lain, dengan memperoleh upah atau gaji dalam jumlah trtentu.

Usman (1990:4) mengatakan bahwa guru merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pkerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Suatu profesi memilki persyaratan tertentu, yaitu: (1) menuntut adanya ketrampilan yang mendasarkan pada konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendasar, (2) menekanakan pada suatu kahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan profesinya , (3) menuntut tingkat pendidikan yang memadai, (4) menuntut adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pkrjaan yang dilaksanakan, (5) memeungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan, (6) memiliki kode etik, sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, (7) memiliki obyek tetap seperti dokter denga pasiennya, guru dengan siswanya, dan (8) diakui di masyarakat karena memang diperlukan jasanya di masyarakat.

Pengertian di atas menunjukkan bahwa unsur-unsur terpenting dalam sebuah profesi adalah penguasaan sejumlah kompetnsi sebagai keahlian khusus, yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan khusus, untuk melaksankan pembelajaran secara dan efisien. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme, sehingga guru yang profesional adalah guru yang kompeten (memiliki kemampuan). Karena itu kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagi kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: